Namun, pada 1995, seorang tentara tewas setelah naik ke kandang Marjan saat pamer ke rekan-rekannya.
Sebagai pembalasan atas pembunuhan itu, saudara lelaki almarhum melemparkan granat tangan ke Marjan.
Ledakan itu menyebabkan singa menjadi buta, tuli dan juga kehilangan semua giginya.
Marjan berhasil selamat dari cobaan selama bertahun-tahun, bahkan sampai Taliban jatuh pada 2001.
Dia kemudian diizinkan untuk mendapatkan bantuan medis internasional tetapi usia tua dan luka-lukanya membuatnya meninggal berbulan-bulan setelahnya.
Sebagai penghormatan kepada Marjan, patung singa perunggu diletakkan untuk menyambut pengunjung di pintu masuk taman.
Saat ini, kebun binatang ini memiliki unta, burung unta, flamingo, macan tutul, dan banyak lagi, tetapi yang paling menarik adalah singa putih langka yang tidak disebutkan namanya.
(Susi Susanti)