Dia menyebut, istri A sendiri sempat dibawa ke Mapolres Malang untuk menjalani pemeriksaan. Sementara A sendiri diketahui berhasil melarikan diri saat dilakukan penggeledahan di rumahnya.
"Tapi langsung pulang istrinya dan sekarang sudah bekerja di Pandaan lagi di perusahaan pabrik sepatu. Lewat garasi kalau nggak salah langsung kabur waktu itu," katanya.
Selama ini kata Mulyoso A dikenal sebagai salah satu pekerja di perusahaan leasing. Ia telah bekerja cukup lama di perusahaan leasing tersebut dan mempunyai tiga orang anak.
"Dan pak A ini punya anak tiga. Yang satu yang ditangkap itu sudah lulus SMA dan sempat jadi leasing juga. Terus kedua itu masih SMA dan yang terakhir masih SD," tuturnya.
Saat ditanya keberadaan A sendiri, Mulyoso tak mengetahuinya. Sebab sejak ada penggeledahan di rumahnya ia tak lagi diketahui keberadaannya. Bahkan sejak kejadian tersebut memutuskan untuk berjaga ronda setiap malamnya untuk mengantisipasi adanya keberadaan A. Ronda ini dilakukan di sejumlah titik desa.
"Ya untuk mencari keberadaan pak A ini. Resah warga mas. Karena ya tadi itu kaget saya sendiri ngeri pas lihat ada senjata api itu," tutur dia.
Pasca kejadian tersebut diakui Mulyoso beberapa kali anggota kepolisian sempat lalu lalang di desanya. Mereka mencoba mencari keberadaan A di kediamannya. Bahkan kepolisian yang juga sempat membawa anjing pelacak ini, untuk melakukan penyelidikan di lokasi.
"Cuma dua hari ini gak terlihat. Kemarin sampai bawa anjing pelacak juga," kata dia.
Sementara itu polisi hingga kini belum bisa dimintai keterangan. Sejumlah wartawan sudah mencoba ke Mapolsek Tumpang menemui Kapolsek Tumpang, Iptu Bagus Wijanarko. Namun yang bersangkutan tidak berada di tempat. Bahkan saat dihubungi pun Kapolsek Tumpang belum merespon dan tidak memberikan jawaban.
Tak hanya itu pihak Polres Malang juga belum merespons dan memberikan keterangan, hingga berita ini dimuat terkait pengungkapan dugaan perakit senjata api ilegal.
(Angkasa Yudhistira)