Perkembangan itulah yang menjadikan warga China di Myanmar berbondong-bondong untuk menyerahkan diri kepada otoritas China.
Para warga itu berasal dari beberapa provinsi di China, seperti Hubei, Jiangxi, dan Henan. Provinsi-provinsi tersebut telah memberikan tenggat kepada para pelaku untuk menyerahkan diri.
Kota Tianmen di Provinsi Hubei memberikan tenggat sejak 15 Juni bagi siapa pun untuk menyerahkan diri. Jika tidak melewati batas waktu tersebut, mereka akan diberi keringanan hukuman.
Kerumunan massa yang terjadi di pos perbatasan itu membuat Kota Ruili kembali menghadapi risiko berat kasus Covid-19.
Kota di selatan China itu telah beberapa kali mengalami gelombang kasus Covid-19.
Povinsi Yunnan pada Sabtu (2/10) saja telah mendapati 14 kasus Covid-19 yang menimpa warga China yang sebelumnya melarikan diri ke Myanmar dan memutuskan menyerahkan diri.
(Susi Susanti)