10.000 Warga China Telantar di Perbatasan Myanmar

Antara, Jurnalis
Senin 04 Oktober 2021 05:53 WIB
Pos perbatasan Ruili, Provinsi Yunnan, China yang berbatasan dengan Mayanmar (Foto: Antara)
Share :

BEIJING - Lebih dari 10.000 warga negara China terjebak di pos perbatasan Ruili, Provinsi Yunnan, yang berbatasan dengan Myanmar.

Media China menyebut mereka hendak menyerahkan diri untuk pulang ke negaranya karena situasi politik yang memburuk dan pandemi Covid-19 di Myanmar.

Mereka ini sebelumnya melarikan diri ke Myanmar karena beberapa kasus kejahatan lintas-batas, seperti penipuan melalui alat telekomunikasi.

 (Baca juga: Pandemi Covid-19 Picu Diskriminasi Anti-China di Australia)

Kepulangan ribuan warga China itu ternyata tidak berlangsung mulus. Mereka terjebak dalam antrean panjang di pos perbatasan karena protokol kesehatan ketat yang diterapkan oleh otoritas China.

"Hanya seratus orang per hari yang diizinkan melintas pos perbatasan Ruili. Mereka harus menunjukkan hasil tes PCR. Yang positif langsung dikirim ke fasilitas perawatan khusus, yang negatif langsung karantina," kata seorang petugas di Ruili sebagaimana dikutip Global Times, Minggu (3/10).

 (Baca juga: Kisah Kakak Beradik yang Diizinkan Pulang Usai Ditahan Selama 3 Tahun Sebagai 'Umpan Pemerintah China')

Derasnya gelombang kepulangan warga China itu terjadi setelah pemerintah China meminta warganya di Myanmar untuk mendaftarkan identitas diri.

Kepada sejumlah media, pemerintah Ruili mengatakan bahwa regulasi baru tersebut dikeluarkan terkait situasi politik yang memanas dan kasus Covid-19 di Myanmar memburuk.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya