Sementara itu, Abdul menjelaskan, informasi banjir bandang dan tanah longsor Kabupaten Luwu sebelumnya telah banyak beredar di masyarakat dalam bentuk video dan informasi lainnya.
Di antara beberapa rekaman video dan informasi tersebut juga muncul kabar yang menyatakan bahwa peristiwa itu telah menyebabkan 28 orang hilang.
"Terkait kabar tersebut, BPBD Kabupaten Luwu memastikan bahwa informasi itu adalah tidak benar," tuturnya.
Ia mengimbau, guna menghindari adanya berita yang tidak benar yang dapat menimbulkan keresahan, masyarakat diharapkan memperbarui informasi terkait peristiwa banjir bandang dan tanah longsor dari instansi terkait yang berwenang.
BPBD Luwu juga meminta masyarakat lebih waspada terhadap potensi bencana banjir susulan, mengingat aliran Sungai Batusitanduk masih tertutup pohon dan timbunan tanah di bagian hulu sungai.
(Erha Aprili Ramadhoni)