JAKARTA - Seorang anggota polisi tertancap panah usai melarai bentrokan antar desa Saosina terjadi di Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) terjadi, Kamis 7 Oktober 2021.
Pria itu kemudian tengah pesakitan di ruang perawatan dalam kondisi panah masih tertancap di paha disisi kaki kanan.
Baca juga: 1 Warga Tewas Akibat Bentrok 2 Kubu di Sentani
Hal itu terlihat usai akun instagram @cetul222 mempostingnya, Jumat (8/10/2021). Dalam postingan berisi tiga slide itu memperlihatkan seorang anggota polisi tertancap.
"Satu anggota polisi dan satu anak kecil terkena panah," kata si akun dalam caption yang ditulis.
Baca juga: Bentrok Maut di Pabrik Gula, Seorang Anggota DPRD Indramayu Ditangkap
Dalam postingan itu memperlihatkan bagaimana sekelompok orang membawa panah dan parang tengah terlibat bentrokan dengan beberapa warga lainnya. Mereka pun kemudian terlihat saling serang.
Tak hanya itu, dalam postingan itu juga memperlihatkan bagaimana anggota polisi tertancap panah di kaki kanannya. Ia pun terlihat berteriak sembari tengah melakukan perawatan oleh dokter.
Menurut si akun, perang antar warga Desa Saosina dengan warga Wotan, Kelurahan Waiwerang, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur (Flotim) kembali pecah, Kamis 7 Oktober 2021. Belum diketahui penyebab pecahnya perang ini.
"Dari foto dan video beredar, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Hingga saat ini, situasi mulai kondusif," katanya.
Dalam peristiwa itu, aparat polisi dan TNI masih siaga di lokasi kejadian. Bahakan pada tahun 2020 lalu, tepatnya bulan Maret ada perang tanding di Adonara.
Saat itu, untuk menjaga situasi tetap kondusif, sebanyak 500 aparat gabungan dari TNI-Polri diterjunkan untuk melakukan pengamanan di lokasi perang tanding suku di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur.
(Awaludin)