3. Mamuju, Sulawesi Barat
Setelah berpacaran dengan H (28 tahun) selama sepuluh hari, DP (70 tahun) memutuskan untuk menikahinya pada Januari 2019 lalu.
Asal muasal pertemuannya dimulai dari perkenalan di sebuah kos-kosan. Saat itu juga, DP langsung menyampaikan perasaannya yang ternyata tidak bertepuk sebelah tangan.
Tanpa berpacaran lama, H langsung menerima lamaran yang dilakukan oleh DP. Mahar yang diberikan untuk pernikahan ini adalah 2 gram emas 24 karat, perlengkapan shalat, dan uang tunai Rp15 juta. Pernikahan ini dilangsungkan dengan adat suku Bugis di Dusun Tridaya, Mamuju Tengah. Meskipun bertaut 42 tahun, H mengaku sangat bahagia dengan pernikahannya.
4. Tanjung Balai Karimun, Riau
Tahun 2017 lalu, pernikahan antar kakek dan gadis berlangsung di Riau. Seorang kakek 51 tahun berinisial TY meminang gadis berusia 17 tahun yang berinisial D. Awal perkenalan, TY mengaku ragu untuk menyampaikan perasaannya kepada D. Namun, setelah mengumpulkan keberanian, TY menyampaikan isi hatinya sekaligus melamar. D yang terpaut usia 42 tahun dengan TY ternyata menerima lamaran tersebut. Pernikahan pun berlangsung dengan meriah di Tanjungbalai Karimun.
5. Pagerbarang, Jawa Tengah
Berawal dari pertemuan yang terjadi saat seorang kakek berinisial S (83 tahun) melakukan pengobatan terhadap orang tua N (27 tahun), keduanya sepakat untuk melangsungkan pernikahan pada 2019 lalu. S merupakan sosok orang pintar yang sering dimintai bantuan untuk pertolongan dan penyembuhan. Orang tua N adalah salah satu pasiennya yang sering berobat diantar oleh anaknya. Seringnya pertemuan ini menyebabkan S jatuh hati pada N dan menyatakan perasaanya. N pun menerima lamaran yang dilakukan dan melakukan pernikahan di Desa Pagerbarang, Tegal, Jawa Tengah.
(Rahman Asmardika)