JAKARTA - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Marinvest), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya ancaman fenomena La Nina yang menyebabkan peningkatan curah hujan 20-70% di Indonesia.
“Deteksi BMKG menyimpulkan bahwa ancaman La Nina lemah hingga moderat akan berdampak pada peningkatan curah hujan 20 sampai 70 persen di Indonesia,” kata Luhut saat Rakornas BMKG secara virtual, Jumat (29/10/2021).
Baca juga: BMKG Prediksi Puncak Fenomena La Nina Akan Terjadi pada Januari-Februari 2022
Luhut pun meminta semua Kementerian dan Lembaga (KL) untuk bersinergi menyiapkan pencegahan bencana hidrometeorologi akibat ancaman La Nina dari hulu hingga hilir.
“Untuk itu harus segera diantisipasi dan disiap siagakan upaya mitigasi dini oleh semua pihak dan KL terkait terkait,” katanya.
Baca juga: Antisipasi Dampak La Nina, BPBD Diminta Siaga Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi Basah
“Terutama Kementerian PUPR, Kementerian ESDM, Badan Geologi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sosial, Kementerian Pertanian, Kementerian Perhubungan dan BNPB, harus segera berkoordinasi dan bersinergi untuk melakukan langkah-langkah pencegahan bencana hidrometeorologi dan dari hulu hingga hilir,” tambah Luhut.
Luhut menegaskan, persiapan ini harus dilakukan agar tidak terdadak jika terjadi bencana. Selain itu, dia meminta agar semua pihak menyiapkan rencana aksi agar penanganan lebih efektif cepat dan tepat.
“Saya kira sangat penting untuk kita lakukan segera kita nanti tidak terdadak. Lakukan, siapkan semua matriks rencana aksi agar sinergi dapat terlaksana secara efektif, cepat dan tepat,” tegasnya.
(Awaludin)