Sang Ibu pun kegirangan begitu Pak Fadil mau diajak foto dan bahkan langsung dengan spontan meminta anggota kepolisian lainnya untuk memfotokan mereka bertiga, "Emang boleh foto? Pak tolong-tolong."
Tidak sampai disitu, sang ibu juga yang menentukan gaya yang diinginkan saat sedang berfoto bersama.
Pak Kapolda, Fadil pun sekalian mengedukasi sang Ibu terkait gaya baru dari kepolisian, yaitu "Salam Presisi".
Setelah itu, sang ibu juga tidak lupa menyelipkan curhatannya yang ingin mengobrol dengan Pak Kapolda.
"Saya daritadi mau ngobrol loh sama bapak, kata saya gini 'aduh saya bayar taksi kok mahal banget' aduh sampe gemeter loh tangan saya." Curhat colongan sang ibu.
"Mohon maaf loh Pak ini." Lanjut sang bapak yang nampaknya sedikit malu dengan pernyataan dan tingkah istrinya ini.
Namun, Pak Kapolda pun menanggapinya dengan santai, "Iya enggak apa-apa."
Keluhan sang ibu pun berlanjut saat dia membahas masalah pintu yang cuma ada satu di kantor itu, dengan cepat Pak Fadil pun langsung mengatakan, "Nanti ditambahin pintunya, Bu."
"Enggak ada Kapolda di Indonesia kaya gini." Kata sang suami mengapresiasi Pak Kapolda untuk menutupi tingkah sang istri.
Usut punya usut ternyata maksud dari kehadiran pasangan ini adalah untuk bertemu dengan salah satu anggota kepolisian.
Saat ditanya, sang ibu tidak dapat menyebutkan subdit yang dimaksud dan hanya mampu menyebutkan satu orang nama anggota polisi yang ingin ditemuinya.
Saat Pak Kapolda hendak mencari dan menanyakan keberadaan anggota polisi tersebut, sang ibu kembali tertangkap kamera dengan mengatakan sesuatu yang lucu dan spontan.
"Pak, HP-nya Pak, maaf nanti kebawa." Kata sang ibu meminta hp miliknya dikembalikan oleh anggota polisi yang memfoto mereka tadi.
Video itu ditutup dengan ucapan makasih dari sang Ibu dan suaminya kepada Pak Kapolda, yang kembali melanjutkan langkahnya.
Video nyeleneh ini telah ditonton oleh ratusan ribu akun dengan puluhan ribu like serta komentar.
Sebuah akun menyampaikan bahwa ini merupakan kelebihan dari seorang ibu-ibu yang dikenal power dan keberaniannya. "Tidak ada satupun orang yang berani kalo emak-emak sudah bergerak."
Ada pula yang berkomentar tentang suami dari ibu itu, "Istrinya yang ngomong, suaminya yang deg-deg serr."
"Usul yang menggemparkan jagat raya." Kata yang lainnya
(Khafid Mardiyansyah)