KARAWANG - Otak pelaku pembunuhan pemilik restoran Padang di Karawang adalah istri korban sendiri berinisial NW. Ternyata, ia sudah merencanakan pembunuhan jauh-jauh hari dengan membayar eksekutor untuk membunuh korban sebesar Rp30 juta. Pembayaran uang muka sebesar Rp10 juta kemudian akan dibayar setelah korban berhasil dibunuh.
"Dia merencanakan pembunuhan terhadap suaminya sekitar bulan September 2021. Jika berhasil membunuh korban para eksekutor ini akan dibayar Rp30 juta," kata Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono, Sabtu (6/11/2021).
"Jadi rencana pembunuhan sudah cukup lama direncanakan oleh tersangka NW. Yang uniknya, tersangka NW membuat perjanjian diatas kertas bermaterai dengan eksekutor dalam perjanjian pembayaran pembunuhan," imbuhnya.
Aldi mengatakan, setelah perjanjian disepakati kemudian para eksekutor itu bergerak mencari kesempatan membunuh korban. Aksi pertama pelaku yang berjumlah 6 orang gagal dilaksanakan.
Baca Juga : Tak Terima Istrinya Dipukul, Suami Bunuh Pelaku dengan 7 Tikaman
Pasalnya saat para pelaku menunggu di dekat rumah korban justru saat itu korban tidak pulang. "Setelah sempat menunggu para pelaku gagal mengeksekusi korban," katanya.
Beberapa hari kemudian, tersangka NW memberikan informasi jika korban sedang makan malam di warung ayam goreng di GOR Panathayuda. Para pelaku kemudian bergerak untuk beraksi dengan menunggu korban pulang kerumah.
Namun untuk memastikan keberadaan korban, salah satu pelaku kemudian mendatangi korban untuk memastikan korban ada di warung ayam goreng. "Jadi salah satu pelaku sempat mendatangi warung dan melihat korban sedang makan," katanya
Kemudian salah satu pelaku itu mendatangi teman-temannya yang menunggu dekat mini market di GOR Panathayuda. Para pelaku menunggu korban pulang. Sekitar pukul 10.11 malam korban pulang kerumah didekat lokasi makan.
Para pelaku kemudian membututi korban, setelah dekat rumah pelaku langsung mengejar korban dan membacok kepala korban. Kemudian pelaku lainnya menusuk dada korban hingga korban tersungkur bersimbah darah. Tak lama kemudian korban meninggal dunia.
(Angkasa Yudhistira)