2. Pembebasan Timor Timur
Peristiwa pembebasan Timor Timur pada 1975 Brimob membentuk satu Detasemen Khusus untuk bergabung dalam Operasi Seroja, bergabung dengan pasukan ABRI lainnya.
Detesemen khusus ini bernama Detasemen Khusus (Densus) Alap-alap. Personil Densus Alap-alap terdiri dari mantan anggota Menpor (Resimen Pelopor). Resimen Pelopor yaitu kesatuan khusus Brimob, yang berkualifikasi Ranger.
Resimen ini dihentikan tahun 1974 setelah turut malang melintang dalam beberapa operasi pertempuran, di selangnya dalam Operasi Trikora di Irian Barat dan Dwikora atau Ganyang Malaysia.
3. Pertempuran 10 November
Moehammad Jasin adalah pemimpin Polisi Istimewa (Tokubetsu Keisatsutai) yang saat ini dikenal dengan mama Brigadir Mobile (Brimob). Jasin memiliki peran penting dalam pertempuran 10 November.
PRI pada masa awal kemerdekaan menjadi satu-satunya kekuatan tempur tinggi yang belum dilucuti Jepang. Jasin bersama pasukannya menghadapi pasukan sekutu yang mendarat di Tanjung Perak Surabaya.
Dalam insiden di Hotel Yamato serta pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, Jasin mendorong pasukannya yang tergabung dalam PRI melancarkan serangan dengan taktik perang gerilya. M. Jasin dan Pasukan-Pasukan Polisi Istimewa mendahului yang lain muncul di medan juang Surabaya tahun 1945. Atas perjuangannya itu, hingga saat ini M. Jasin dikenal sebagai bapak Brimob Polri.
(Khafid Mardiyansyah)