Selama hidupnya dalam aktivitas gerakan dakwah Muhammadiyah, telah diselenggarakan dua belas kali pertemuan anggota (sekali dalam setahun), yang saat itu dipakai istilah Algemeene Vergadering (persidangan umum).
Pada 23 Februari 1923 , pada usia 54 tahun KH Ahmad Dahlan wafat di Yogyakarta. Kemudian dia dimakamkan di kampong Karangkajen, Brontokusuman, Mergangsan, Yogyakarta.
(Fahmi Firdaus )