MOSKOW – Korban tewas dalam kecelakaan tambang di Siberia, Rusia pada Kamis (25/11/2021) dilaporkan telah bertambah menjadi 52 orang. Insiden ini merupakan bencana pertambangan terburuk di Rusia dalam satu dekade terakhir.
Insiden di tambang Listvyazhnaya, di wilayah Kemerovo, Siberia itu bermula debu batu bara di lubang ventilasi terbakar tersulut api, menyebabkan kebakaran yang memenuhi tambang dengan asap dan menewaskan 11 orang.
BACA JUGA: Tambang Kebakaran, 1 Orang Tewas dan Puluhan Terjebak di Dalam
Operasi penyelamatan segera diluncurkan untuk mengeluarkan pekerja tambang yang terjebak. Namun, menjelang malam, operasi berubah menjadi tragedi setelah beberapa penyelamat dilaporkan mati lemas.
Mayoritas dari 285 orang di tambang Listvyazhnaya dievakuasi segera setelah insiden itu, demikian diwartakan BBC.
BACA JUGA: Kebakaran Tambang Emas Tewaskan 61 Orang
Para pejabat mengatakan 49 orang telah dibawa ke rumah sakit karena cedera. Beberapa dari yang terluka mengalami keracunan asap, dan empat lainnya dikatakan dalam kondisi kritis.
Lusinan penambang tidak dapat melarikan diri setelah insiden awal, tetapi operasi penyelamatan harus dihentikan setelah tingkat metana yang berbahaya terdeteksi di tambang, yang memicu kekhawatiran akan kemungkinan ledakan.