Bahaya KDRT, Sisakan Trauma Mendalam pada Korban hingga Munculkan Masalah Baru

Bima Setiyadi, Jurnalis
Rabu 01 Desember 2021 15:57 WIB
Ilustrasi (Foto: Colorado Family Law Guide)
Share :

JAKARTA - Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menimbulkan banyak dampak terhadap para korban. Selain menimbulkan ketakutan dan trauma mendalam pada korban, KDRT juga memunculkan sejumlah masalah baru.

Psikolog Untag Surabaya, Dr MG Bagus Ani Putra, Psi mengatakan, setiap korban KDRT akan menjadi trauma, benci, merasakan permusuhan dan dendam. "Dari ketiga ini bisa kita simpulkan bahayanya KDRT,” kata Bagus.

Bagus mengatakan, tidak aneh apabila pada akhirnya kasus KDRT hanya memunculkan masalah baru. Ketakutan membuat korban menyimpan rasa ingin membalas dendam memunculkan karakteristik para korban untuk melindungi dirinya. Sikap keras hingga berujung KDRT lainnya pun bermunculan di kemudian hari.

Dia mencontohkan ketika ada anak yang menyaksikan ibunya mengalami kekerasan dari sang ayah. Tanpa proses penyembuhan yang tuntas, maka potensi ketakutan dan perlawanan tak ingin menjadi korban memunculkan dendam.

Baca juga: 5 Benda yang Digunakan Pelaku Pembunuhan Sadis, dari Palu hingga Tabung Gas

“Mungkin dia akan menjadi pelaku KDRT bagi anaknya atau bahkan menjadi pemicu KDRT yang dilakukan suaminya,” tuturnya.

Sayangnya dalam masyarakat Indonesia, kasus KDRT cenderung banyak, tapi sedikit yang dilaporkan. Hal ini disebabkan beberapa faktor mulai dari ekonomi, psikologis, dan lain lain.

Baca juga: 4 Kasus Maut KDRT, dari Gara-Gara Harta hingga Wanita Lain

“Kenapa tak muncul, karena umumnya korban takut. Misal, suaminya melakukan KDRT, terus istrinya nggak mau melapor karena takut suami sebagai tulang punggung keluarga membuat ekonominya terganggu. Belum lagi psikologis terhadap anaknya nanti,” katanya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya