Menurut istri dari Bupati Sukabumi ini, mengaku bahwa dirinya sudah melakukan konfirmasi kepada istri kepala desa. "Iya, ternyata benar jawabanya dan sesuai dengan apa yang disampaikan pada media," ujarnya.
Sewaktu dirinya melakukan konfirmasi kepada istri kepala desa, mereka tidak mengetahui siapa pelaku yang melakukan kekerasan terhadap anak disabilitas tersebut. "Karena anak tersebut tidak bisa diajak komunikasi lantaran, tuna rungu," kata Yani.
Ditambahkan Yani, setelah mengetahui kejadian tersebut, maka dalam waktu dekat ini, P2TP2A Kabupaten Sukabumi, akan mengunjungi korban secepatnya. "Alhamdulillah kondisinya sekarang korban sudah berangsur pulih. Seperti tidak demam dan kukunya tidak lagi bengkak dan berdarah. Malah sudah main lagi. Insya Allah akan mengunjungi korban secepatnya," katanya.
(Susi Susanti)