Andiani menjelaskan bahwa awan panas ini terbentuk akibat penghancuran kubah atau lidah lava. Menurutnya, hal ini merupakan karakteristik dari Gunung Semeru.
“Kejadian awan panas guguran pada Gunung Semeru pada tanggal 4 Desember 2021 sebetulnya kejadian ini sudah dimulai sejak tanggal 1 Desember 2021. Saat itu terjadi awan panas guguran dengan jarak luncur 1.700 meter dari puncak atau 700 meter dari ujung aliran lava dengan arah luncuran ke tenggara.” pungkasnya.
(Khafid Mardiyansyah)