Berbeda dengan erupsi eksplosif, yang menyemburkan abu vulkanik dengan kekuatan yang sangat dahsyat dan dapat mencapai ketinggian puluhan kilometer. Abu vulkanik ini sendiri sebenarnya adalah magma yang hancur dalam proses erupsi.
Lebih lanjut, guguran dan awan panas ini melanda sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro, dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning,erce Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.
Erupsi eksplosif juga masih berpeluang terjadi dengan ancaman bahaya berupa lontaran material vulkanik yang dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Masyarakat bisa menyaksikan peristiwa ini dari jarak aman. Namun, mereka juga diimbau untuk tidak beraktivitas di daerah potensi bahaya tersebut.
Saat ini Gunung Merapi masih berstatus siaga atau level III sejak 5 November 2020.
(Rahman Asmardika)