LUMAJANG - Erupsi Gunung Semeru jadi salah satu bencana alam terbesar yang terjadi di Indonesia pada 2021. Data BNPB sejauh ini menunjukkan korban meninggal berjumlah 46 orang dan 104 terluka.
Tentu menarik untuk dilihat penampakan Gunung Semeru sebelum dan sesudah erupsi. Video rekaman puncak Gunung Semeru ini direkam oleh seorang Youtuber di kanalnya Andrea Ramadhan.
Terdapat tiga video terkait Gunung Semeru sebelum dan sesudah erupsi. Dimana video drone udara penampakan puncak Gunung Semeru sebelum erupsi direkam pada 5 November 2021. Sedangkan dua video pasca erupsi Gunung Semeru direkam menggunakan drone dan diunggah pada 10 Desember 2021 dan 11 Desember 2021.
Terlihat pada video pertama sebulan sebelum erupsi, asap tebal yang merupakan awan menutupi puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa ini.
Perbedaan signifikan justru terlihat di video kedua, di mana puncak gunung setinggi 3.676 mdpl sisi tenggara yang berlubang karena material vulkanik yang dilontarkan pada Sabtu 4 Desember 2021 lalu.
Video kondisi puncak Gunung Semeru begitu jelas terekam. Di video itu juga terlihat kepulan asap masih membumbung sekitar 250 meter di atas puncak gunung. Bukaan kawah terlihat cukup lebar dari perbandingan dua video sebelum erupsi.
Sementara di video ketiga terlihat bagaimana dampak kerusakan yang ditimbulkan dari erupsi Gunung Semeru, video ini direkam sang Youtuber dengan drone pada Sabtu pagi (11/12/2021) sekitar pukul 07.30 WIB.
Tampak aliran lava dan material mengubur lereng dan kaki gunung. Sejauh mata memandang tak ada lagi vegetasi hijau yang menunjukkan adanya tanaman.
Baca juga: Pencarian Korban Semeru Kini Difokuskan Cari Penambang Pasir yang Hilang
Material vulkanik membentuk semacam rongga-rongga dan bebatuan yang tampak mengeras. Beberapa area yang terlihat di lereng gunung juga masih tampak mengeluarkan asap putih bertanda masih panas.
Video ini juga merekam dampak kerusakan parah di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Beberapa rumah warga, pepohonan, dan lahan perkebunan milik warga turut terdampak. Namun tak terlihat alat berat maupun peralatan penambang pasir yang terdapat di aliran sungai.
Sebelumnya diberitakan, Gunung Semeru meletus pada 4 Desember 2021 dan mengeluarkan awan panas guguran (APG) mengarah ke Besuk Kobokan, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kurang lebih pukul 15.20 WIB.