JAKARTA - Kapolri ke-5 Indonesia yang menjabat pada tahun 1968-1971 ialah Hoegeng Iman Santoso atau yang akrab disapa Hoegeng. Semasa ia menjabat menjadi polisi banyak lika-liku yang ia alami karena menjadi polisi jujur dan disiplin.
Salah satu ceritanya yaitu saat ia diberikan penugasan ke Medan, Sumatra Utara karena ia ditugaskan menjadi Kepala Direktoran Reserse dan Kriminal Kantor Kepolisian Sumatra Utara, tak henti-hentinya ia menjadi sasaran pembunuhan.
Ia juga pernah menjadi sasaran penembak jitu (sniper) ketika bertugas di kawasan pinggir hutan di Kota Medan. Hoegeng tak menyebutkan siapa yang menjadikan ia sasaran penembakan tersebut. Demikian dikutip dalam Buku Hoegeng Polisi dan Menteri Teladan karya Suhartono:
Baca juga: Cerita Hoegeng Tugas di Medan, Tolak Rumah dan Kendaraan dari Pengusaha
Baca juga: Kisah Hoegeng, Kapolri Legendaris yang Tak Ingin Jadi Polisi karena Kecewa
“Hoegeng memang pernah ditembaki sniper. Untungnya tidak ada yang mengenai sasaran. Rupanya Hoegeng dijadikan sasaran tembak karena Hoegeng tidak pernah mau kompromi.” Ucap Hoegeng.
Hoegeng memang selamat begitu juga dengan penembak sniper yang masih berkeliaran di luar sana. Diketahui juga Hoegeng sering keluar masuk daerah di Medan untuk menyergap pelaku perjudian dan penyelundupan. Tak jarang terdapat polisi atau oknum aparat yang juga tertangkap pada penyergapan tersebut.