Setelah itu, jabatan tertinggi PBNU menjadi Rais Aam. Dikutip dari laman resmi NU, Rais Aam adalah Ketua Umum yang diambil dari bahasa Arab. Istilah ini juga terkadang ditulis Rais Am.
Namun, dalam tradisi NU, Rais Aam lebih kepada syuriyah yang beranggotakan para Kiai besar NU. Selain itu, pemimpin Rais Aam ini adalah seseorang yang bertindak sebagai dewan legislatif di PBNU.
Sementara ada pula Ketua Umum atau lebih dikenal Ketua Tanfidziyah (pelaksana). Ketua Umum menjadi jabatan tertinggi eksekutif selaku pelaksana harian yang di dalamnya beranggotakan pengurus seperti organisasi pada umumnya.
(Awaludin)