Program kampung sehat tersebut tercatat diikuti oleh 1.136 desa di NTB. Empat sasaran dibidik dalam lomba kampung sehat ini yakni menurunkan laju pertumbuhan Covid-19; menjaga ketahanan pangan dan menurunkan angka gizi buruk; mendorong perekonomian bangkit dan menurunkan angka kejahatan. Kampung sehat sengaja dibuat sebagai inovasi dalam penanganan Covid-19.
"Memang sengaja seperti itu. Karena, lomba adalah cara tercepat untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Saya menyadari intervensi sebaik apa pun, tak akan berhasil jika masyarakat tidak terlibat. Dengan lomba, mereka akan menyusun sendiri protokol terbaik sesuai dengan lingkungannya," kata Iqbal beberapa waktu lalu.
Lomba kampung sehat ini pun mendapatkan apresiasi banyak pihak. Penurunan angka Covid-19 dan membuat ekonomi kembali bangkit pasca dihempas pandemi menjadi dua hal yang diacungi jempol. Tak hanya sekali, Iqbal membuat program lomba kampung sehat sebanyak dua kali. Tak lain tujuannya untuk membuat NTB bangkit kembali.
Di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, Iqbal pun diharuskan menyiapkan strategi pengamanan dalam Pilkada serentak di NTB pada Desember 2020. Ancaman penyebaran Covid-19 menjadi fokus utama selain penyelenggaraan Pilkada yang damai dan aman.
Memasuki tahun 2021, pemerintah menggencarkan vaksinasi Covid-19 di seluruh Indonesia guna membentuk herd immunity. Lagi-lagi, Irjen Iqbal pun melakukan inovasi dan strategi mempercepat vaksinasi.
Ia pun memerintahkan jajarannya untuk menjemput bola dan memberikan edukasi ke masyarakat bahwa vaksin aman dan halal. Mantan Kapolrestabes Surabaya ini juga menggandeng semua pihak dalam mempercepat vaksinasi.
Selama 19 bulan menjadi Kapolda NTB, Iqbal mengaku tak pernah berhenti melakukan dialog dan kerja sama dengan semua pihak. Mulai dari Pemprov, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, mahasiswa, buruh hingga turun ke bawah melihat situasi masyarakat.
Di akhir masa jabatannya, Iqbal pun masih memberi torehan emas atas prestasi tiga satuan kerja (satker) di wilayah Polda NTB yang meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).
Kini, Irjen Iqbal pun mengaku siap mengabdi di tempat baru yaitu Provinsi Riau untuk menjadi Kapolda. Ia pun menyebut Riau bukanlah tempat baru bagi dirinya. Sebab, ia mengaku cukup lama pernah berdinas di Riau sepanjang karirnya menjadi anggota Korps Bhayangkara.
"Saya bersyukur dipercaya lagi oleh Bapak Kapolri menjadi perpanjangan tangan beliau di salah satu provinsi Indonesia, yakni Riau. Dan Riau bagi saya bukan daerah yang asing. Saya seperti pulang ke kampung halaman," ujar dia kepada wartawan, Sabtu 18 Desember 2021.
(Awaludin)