Gus Yahya menganggap, antara dirinya dengan KH Said saat ini semakin harmonis. Bahkan, ia menganggap KH Said sebagai guru sekaligus keluarganya. Sehingga, ia menyinggung kembali aksi cium pipi dan tangan KH Said yang biasa dilakukan dalam tradisi santri kepada gurunya.
"Iya beliau guru saya. Ada Muktamar atau tidak saya cium tangan gitu saja. Itu juga satu hal naluriah saja," ujarnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)