INDONESIA berhasil mengukuhkan posisinya sebagai negara yang memiliki pasukan militer terkuat di Asia Tenggara pada tahun 2021. Laporan Global Firepower, menyebut Indonesia menempati posisi ke-16 dari 140 negara di tingkat global, jauh di atas Singapura dan Malaysia. Sedangkan Amerika Serikat masih berada di urutan pertama.
(Baca juga: Kekuatan Udara RI Semakin Menakutkan, TNI AU Beli Pesawat Tempur Rafale dan F-15 EX)
Sekadar diketahui, terdapat lebih dari 50 indikator yang menjadi faktor penilaian Global Firepower untuk menghitung skor power index tiap negara. Salah satunya, anggaran pertahanan yang digelontorkan pemerintah dalam pengadaan Alat Utama Sistem Senjata Tentara Nasional Indonesia (Alutsista).
Alokasi Anggaran Kementerian Pertahanan
Pemerintah mengalokasikan anggaran untuk Kementerian Pertahanan pada Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2022 senilai Rp133 triliun. Anggaran kemenhan mengalami kenaikan dari proyeksi anggaran APBN di tahun 2021 yang sebesar Rp118,2 triliun.
Anggaran ini akan digunakan untuk pembangunan bidang pertahanan, ketertiban, dan keamanan. Ini untuk menjamin pelaksanaan program-program pembangunan nasional agar dapat berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan.
Salah satunya akan digunakan untuk membeli pesawat tempur generasi 4,5, yakni Dassault Rafale buatan Perancis dan F-15 EX buatan Amerika Serikat.
"Kami menginginkan pesawat generasi 4,5 dan menginginkan yang 'heavy' atau medium ke atas. Karena kita saat ini sudah ada F-16 sudah ada Sukhoi buatan Rusia," ujar Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, Rabu 22 Desember 2021.
Saat ini, lanjut dia, pilihan pembelian pesawat tempur mengerucut pada dua pesawat, yakni pesawat Rafale buatan Perancis dan F-15 EX buatan Amerika Serikat. "Ini juga hasil pemikiran dari Kementerian Pertahanan," ujar Fadjar.
Pemerintah Indonesia sebelumnya telah melakukan pembelian pesawat latih tempur Lead-In Fighter Training (LIFT) T-50 Golden Eagle dari perusahaan dirgantara Korea Selatan (Korsel), Korea Aerospace Industries (KAI). Kesepakatan itu bernilai US$ 240 juta atau setara Rp 3,4 triliun.
(Baca juga: Menhan Prabowo Bertemu KSAD Jenderal Dudung Bahas Modernisasi dan Kesiapan Alutsista)
Meski merupakan jet tempur latihan, kendati demikian spesifikasi pesawat ini tidak main-main. Melansir laman resmi KAI, pesawat ini memiliki mesin General Electric F404 buatan Samsung dengan lisensi khusus.
Mesin ini membuat T-50 mampu terbang dengan kecepatan1,837.5 km per jam dengan ketinggian jelajah diatas 9 km. Untuk jangkauan terbang, pesawat ini mampu menerbangi jarak1,851 km. Pesawat ini memiliki beberapa kemampuan pengangkutan dan pelepasan senjata. Dalam operasinya, pesawat ini dibekali senjata kaliber 20 mm.
Selain senjata, pesawat ini mampu memboyong beberapa senjata ledak. Seperti misil, baik misil air-to-air atau air-to-ground, roketjenis Hydra 70, dan juga berbagai jenis bom.
Deretan Alutsista TNI Terbaru di 2021
Kementerian Pertahanan hingga akhir 2021 telah membeli berbagai alutsista canggih dan modern untuk memperkuat armada tempur TNI, baik Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL) maupun Angkatan Udara (AU).
Berikut ini lima alutsista terbaru yang dimiliki TNI:
1. Kapal Cepat Rudal (KCR)
Kapal Cepat Rudal (KCR) merupakan kapal perang produksi industri pertahanan dalam negeri, PT PAL Indonesia (Persero) guna memperkuat armada tempur TNI Angkatan Laut (AL).
Kapal perang yang diberi nama KRI Kapak ini diluncurkan Menhan Prabowo Subianto pada Minggu (5/12).
Kapal perang ini masuk dalam kategori Offshore Patrol Vessel (OPV). Dengan ukurannya yang tidak terlalu besar, kapal ini mampu bermanuver dan bergerak secara cepat melakukan pengejaran terhadap kapal asing yang melanggar wilayah teritorial laut Indonesia.
Kapal yang memiliki panjang 60 meter dan lebar 8,10 meter ini mampu mengakomodasi kru sebanyak 55 orang. Memiliki berat 500 ton, kapal ini dapat melaju dengan kecepatan maksimal 28 knot pada kondisi full load serta memiliki jarak jelajah 2.400 Nm pada kecepatan 20 knot dan dilengkapi persenjataan canggih dan modern.
2. Kapal Pengangkut Tank
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyerahkan dua Landing Ship Tank (LST) atau Kapal Angkut Tank AT-8 dan AT-9 kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono di Galangan PT Bandar Abadi, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (26/10).
Dua kapal buatan anak bangsa ini diberi nama KRI Teluk Weda-526 dan KRI Teluk Wondama-527. Nama KRI Teluk Weda-526 diambil dari nama sebuah teluk yang terletak di Halmahera Tengah, Kecamatan Weda Tengah, Maluku Utara yang terkenal akan keindahan taman bawah lautnya.
Adapun nama KRI Teluk Wondama-527 diambil dari nama teluk di daerah Kepala Burung Pulau Papua. Teluk tersebut dianggap sebagai surga terapung karena keindahan alamnya di sebelah Raja Ampat.
Dua kapal perang tersebut memiliki panjang keseluruhan 117 meter, lebar 16.40 meter, dan tinggi 7.80 meter. Keduanya memiliki kecepatan maksimum 16 knot. Kapal ini juga memiliki endurance 20 hari dan diawaki 111 kru.
Selain itu, kedua kapal angkut tank tersebut juga mampu membawa 367 prajurit, 15 unit tank BMP-3F dan satu unit helikopter.
3. Helikopter Serbu Bell 412EPI
TNI Angkatan Darat (AD) menerima satu unit helikopter Bell 412EPI buatan PT Dirgantara Indonesia (PT DI).
Heli serbu yang akan dioperasikan Skadron 11/Serbu ini menambah koleksi helikopter yang dimiliki Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad).
Kelebihan dari helikopter ini adalah mampu mengangkut 15 orang dengan rincian 1 pilot dan 14 penumpang. Helikopter ini juga dilengkapi dua mesin pratt and whitney PT6T-9 twin pac yang memiliki tenaga take off 13 persen lebih besar dibanding jenis mesin Bell 412 lainnya.
Keunggulan lain dari helikopter ini yakni full glass cockpit, AFCS 4-axis dan dilengkapi dengan senjata otomatis gatling gun.