Ia mengatakan, skenario terburuk mengenai lonjakan kasus Covid-19 harus tetap diwaspadai. Terlebih menurutnya, tak tertutup kemungkinan soal potensi adanya varian lainnya pada 2022 ini.
"Tapi skenario terburuk harus disiapkan dan itu bukan hal tidak mungkin karena sekali lagi bicara ancaman Omicron, bukan memperlihatkan sebagai varian yang terakhir masih akan ada potensi varian yang lain pada 2022 ini," tuturnya.
Karena itu, Dicky meminta pemerintah dapat melakukan langkah antisipasi memperkuat fasilitas kesehatan.
"Tidak bisa tidak kita harus siap dalam obat, faskes, isolasi, ICU, ventilator oksigen semua tetap harus siap," ucapnya.
Selain memperkuat faskes, ia juga meminta pemerintah meningkatkan tracing, testing, screening, serta cakupan vaksinasi Covid-19 guna mencegah merebaknya Omicron.
Varian Baru Covid-19
Dicky tak menutup kemungkinan potensi munculnya Covid-19 baru yang lebih berbahaya pada 2022 nanti. Terlebih jika di tengah-tengah masyarakat masih terjadi pengabaian terhadap protokol kesehatan (prokes).
"Potensi varian baru yang lebih bahaya tetap ada. Itu sangat mungkin terjadi apalagi di tengah pengabaian terhadap protokol kesehatan apalagi di tengah pelonggaran-pelonggaran termasuk tidak terdistribusi secara merata vaksinasi," ucapnya.
"Ini sangat besar kemungkinannya makanya upayanya tidak boleh longgar dan tidak boleh percaya diri berlebihan," tuturnya.