Operasi Pembesaran Penis Gagal, Bos Yakuza Kesal Perintahkan Tikam Kepala Perawat

Susi Susanti, Jurnalis
Rabu 05 Januari 2022 11:05 WIB
Bos Yakuza Satoru Nomura (Foto: ANN News)
Share :

JEPANG - Seorang bos top Yakuza memerintahkan untuk membunuh perawat di bagian operasi bedah plastik setelah operasi untuk meningkatkan ukuran kejantanannya secara spektakuler gagal.

Hal ini berdasarkan data yang didengar di pengadilan pada 2017. Satoru Nomura, 75, diduga berusaha membalas dendam setelah prosedur pembesaran penis dan hair removal berakhir yang gagal.

Pada Januari 2013, perawat ditikam di kepala di sebuah jalan di Daerah Hakata, Kota Fukuoka, Jepang.

Gembong kejahatan yang memimpin sindikat Kudo-kai, yang dikenal sebagai yang paling kejam di Jepang, dijatuhi hukuman mati dengan digantung pada Agustus 2020.

Dia diklaim memerintahkan pembunuh untuk melakukan "pembalasan terorganisir" karena dia "tidak dapat dibenarkan membenci operasi yang gagal".

Baca juga: Bos Yakuza Dihukum Mati, Ancam Hakim Akan Sesali Keputusannya Seumur Hidup

"Motif insiden itu adalah dendam pribadi dari pihak Nomura," kata jaksa.

Perawat wanita - anggota tim bedah selama operasi - ditikam oleh tersangka pembunuh bayaran Yoshinobu Nakata.

Namun Nakata membantah bersekongkol menyerang perawat di kota Fukuoka, Jepang.

Baca juga: Pengadilan Jepang Hukum Mati Bos Kudo-Kai, Kelompok Yakuza Terkejam

Tokyo Reporter melaporkan Nomura juga diketahui telah menjalani perawatan hair removal di klinik yang sama.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya