JAKARTA - Sejak 2 Januari 2022, Kazakhstan dilanda kerusuhan. Akibatnya, sebanyak 164 orang dilaporkan tewas. Kerusuhan yang terjadi di berbagai belahan dunia dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari kondisi politik hingga pencabutan subsidi untuk warga.
Berikut kerusuhan dengan korban tewas paling banyak di dunia.
1. Kerusuhan di Afrika Selatan, 337 Orang Tewas
Kerusuhan yang terjadi di Afrika Selatan pada 15 Juli 2021 merenggut 337 jiwa. Kerusuhan ini pecah setelah mantan Presiden Jacob Zuma mulai menjalani hukuman penjara 15 bulan karena mengabaikan penyelidikan korupsi, penjarahan dan pembakaran bisnis. Bermula di provinsi asal Zuma, KwaZulu-Natal dan Gauteng, kerusuhan menyebar.
Dua provinsi tersebut diketahui sebagai provinsi terpadat yang menyumbang setengah dari ekonomi Afrika Selatan. Enam orang termasuk seorang DJ (disk jockey) ditangkap dengan tuduhan melakukan kekerasan publik. Selain itu, ribuan orang lainnya ditahan karena penjarahan serta pembakaran.
Baca juga: Ketika Umat Hindu-Muslim Bergandengan Tangan untuk Melakukan Kerusuhan
2. Kerusuhan di Mesir, 278 Orang Tewas
Sebanyak 278 orang tewas dalam peristiwa kerusuhaan yang terjadi di Mesir pada 14 Agustus 2013. Korban tewas termasuk 43 polisi yang bertugas mengamankan kerusuhan. Kerusuhan ini dipicu setelah pemerintah secara paksa mengusir pendukung Mohamed Morsi dari kelompok Ikhwanul Muslimin yang melakukan aksi protes.
Baca juga: Pemuda Pancasila Curiga Ada Pihak yang Doktrin Anggotanya Berbuat Anarkis
Aparat melemparkan gas air mata serta menembakkan peluru di barisan para demonstran. Aksi Pemerintah Mesir ini mendapat kecaman dari berbagai pihak. Wakil Presiden Mesir Mohammad el Baradei mengundurkan diri karena tidak setuju dengan pertumpahan darah.
3. Kerusuhan di Kazakhstan, 164 Orang Tewas
Kerusuhan melanda Kazakhstan sejak 2 Januari 2022. Kerusuhan dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar. Diketahui, mayoritas warga Kazakhstan mempunyai kendaraan dengan bahan bakar gas cair (LPG). Harga bahan bakar yang melonjak membuat pemerintah Kazakhstan mencabut subsidi bahan bakar per 1 Januari 2022.
Akibatnya, harga bahan bakar melambung tinggi sehingga warga tak sanggup membelinya. Kerusuhan pun pecah di Provinsi Mangistau. Aksi protes yang awalnya berjalan damai kemudian berubah menjadi kekerasan. Pada Minggu (9/01/2022), dua pejabat tinggi keamanan Kazakhstan dipecat akibat kerusuhan ini. Sebanyak 6.044 orang telah ditangkap dan 164 orang tewas. Presiden Kassym-Jomart Tokayev mengeluarkan perintah tembak mati untuk mengakhiri kerusuhan yang dia klaim dilakukan oleh bandit dan teroris itu.
Baca juga: Kekerasan Anti-Muslim Memuncak di Negara Bagian India, Masjid dan Toko Diserang
(Fakhrizal Fakhri )