Lebih lanjut, Gus Yahya menyebut hal itu termasuk laporan keuangan PBNU yang harus terbuka dan bisa diakses oleh publik. Nantinya keterbukaan informasi laporan keuangan seperti dari mana asal usulnya, berapa jumlahnya, dan digunakan untuk apa, akan dikeluarkan secara berkala dan di upload melalui NU Online dan bisa diakses oleh siapa saja.
"Karena ini milik semua orang. Semua orang berhak tau apa yang terjadi dan berhak tau NU ini mau kemana," tutur dia.
"Ini adalah cara kita supaya lebih mudah mengelola karena kita dalam lingkungan Multipolar. Sehingga kita harus cari cara yang paling efektif untuk mengelola berbagai macam kecenderungan dan kepentingan yang berbeda," pungkasnya.
(Awaludin)