4 Anggota Komisi V DPR Meninggal Saat Varian Delta Mengganas, Siapa Saja?

Kiswondari, Jurnalis
Kamis 03 Februari 2022 17:08 WIB
Ilustrasi pemakaman korban Covid-19. (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Ketua Komisi V DPR dari Fraksi PDIP Lazarus memberikan penjelasan terkait pernyataannya. Dirinya sempat menyebutkan bahwa ada 4 orang anggota DPR meninggal akibat Covid-19 dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Rabu (2/2/2021).

Dia menuturkan, memang benar ada 4 orang anggota Komisi V DPR yang gugur akibat Covid-19, namun itu terjadi di 2021 saat varian Delta mengalami puncaknya

"Memang ada 4 yang meninggal, yang pertama mas Bambang Suryadi, kedua pak Gatot Sarjito, ketiga pak John Siffy Mirin, keempat Jimmy Demianus Ijie. Jadi waktu varian Delta kemarin memuncak, ada 4 korban kita di situ," kata Lazarus saat dikonfirmasi wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (3/2/2022).

BACA JUGA:4 Anggota DPR Meninggal Akibat Corona, 200 Anak Buah Menteri Basuki Terpapar Covid-19

Ketua DPD PDIP Kalimantan Barat ini menjelaskan, mereka gugur saat varian Delta mengalami puncaknya di 2021 lalu. Sementara dalam varian Omicron kali ini, dia bersyukur bahwa semuanya baik-baik saja, dan yang terpapar pun mengalami gejala yang ringan.

"Alhamdulillah baik-baik semua. Yang positif pun saya dapat informasi juga gejalanya ringan. Bukan yang baru meninggal yang Omicron ini, saya luruskan dulu. Ini meninggal Delta yang kemarin," ungkapnya.

Menurut Lazarus, kala itu memang rapat di Komisi V DPR lebih padat dibanding komisi-komisi lain. Sehingga pada RDP kemarin, ia hendak menyampaikan bahwa pengalaman lalu akan dijadikan guru untuk merebaknya Covid-19 hari ini.

"Saya sebagai ketua melihat perkembangan ini membatasi kegiatan di Komisi. Kalau dulu di Komisi V sepertinya agak sedikit berani, agak padat, itu risikonya (bisa meninggal)," ungkap Lazarus.

Untuk itu, kata Lazarus, dirinya memutuskan bahwa rapat hari ini hanya boleh diwakili satu orang dari satu fraksi. Apalagi, per hari ini telah terkonfirmasi 3 orang terpapar yakni 2 staf dan seorang kepala sekretariat di Komisi V DPR. Sehingga, minggu depan Komisi V akan menangguhkan sementara kegiatan fisik (lockdown).

"Saya lihat perkembangan dulu, sebetulnya jadwal rapat kita padat ini, minggu depan kita full lockdown satu minggu, kalau tidak ada yang nambah positif minggu berikutnya lagi kita rapat lagi tapi jumlah terbatas," ungkapnya.

Soal di mana staf tersebut terpapar, Lazarus mengaku tidak mengetahui sejauh itu. Yang jelas, mereka yang positif melakukan kegiatan di Gedung DPR ini. Pihaknya juga sudah melakukan tracing di lingkungan Komisi V DPR. Namun, untuk anggota Komisi V dia tidak bisa memastikan karena kebanyakan melakukan tes secara mandiri.

"Anggota saya enggak bisa monitor semua ya, kalau anggota rata-rata diswab tidak laporan juga ke kita. Biasanya swab mandiri dan seterusnya. Saya juga masih cek dulu, tapi sepertinya kesadaran anggota, karena kita minta supaya tidak terlalu padat datang, hari ini saya lihat enggak sampai 10 orang di dalam. Jadi satu fraksi 1 orang pun enggak sampai," papar Lazarus.

Dia kembali menegaskan bahwa semuanya yang terpapar bergejala ringan dan tengah menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

"Semua gejala ringan, semua isoman. Saya minta jangan datang, isoman di rumah ya. Karena gejalanya ringan," pungkas Lazarus.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya