JAKARTA - Demi memperkuat komitmennya sebagai partai yang inklusif dan upaya membentuk ekosistem demokrasi digital yang mampu memperkuat partisipasi politik masyarakat dalam proses pencalonan anggota legislatif, Partai Persatuan Indonesia (Perindo) menggelar program Konvensi Rakyat.
Konvensi Rakyat sendiri merupakan program penjaringan secara daring bagi Warga Negara Indonesia yang berminat mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) di semua tingkatan pemilihan (DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, dan DPR-RI) melalui Partai Perindo dengan memperhatikan ketentuan perundang-undangan.
Pendaftaran sebagai kandidat Bacaleg melalui Konvensi Rakyat Partai Perindo sudah dimulai pada 25 November 2021. Pendaftaran bisa dilakukan melalui laman resmi www.konvensirakyat.com dan bisa pula melalui website www.partaiperindo.com.
Program ini juga bertujuan meningkatkan kesetaraan, keadilan, keterbukaan, dan akuntabilitas dalam proses pencalonan dengan menggunakan teknologi modern. Karena itu, upaya Partai Perindo lewat Konvensi Rakyat ini menjadikannya sebagai partai modern pertama yang menggelar demokrasi digital.
TGB. H. Muhammad Zainul Majdi selaku Ketua Dewan Nasional Konvensi Rakyat, menyebut bahwa dalam rentang waktu kurang dari 3 bulan, Konvensi Rakyat telah diminati oleh lebih dari 650 kandidat pendaftar dan terus bertambah.
BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan Partai Perindo, kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo
Hal ini memberikan gambaran nyata bahwa ikhtiar pembentukan ekosistem demokrasi digital terus diterima dan tumbuh di tengah masyarakat.
“Nyata pula bahwa masyarakat kita masih memiliki harapan terhadap partai politik untuk memperjuangkan aspirasi melalui proses yang terlembaga dan konstitusional. Hal ini menjadi amanah yang harus dipegang teguh oleh Partai Perindo dan penyelenggara Konvensi Rakyat,” kata TGB. H. Muhammad Zainul Majdi.
Ketua Bersama Konvensi Rakyat yakni Angela Tanoesoedibjo dan Ferry Kurnia Rizkiyansyah juga mengungkapkan bagaimana Konvensi Rakyat ini begitu krusial bagi partisipasi masyarakat dalam memonitor perekrutan Bacaleg.
“Pertumbuhan peserta pendaftar Konvensi Rakyat menunjukkan bahwa semangat inklusivitas pencalonan anggota legislatif telah diterima dengan sangat baik di tengah masyarakat Indonesia. Harapannya selama masa pendaftaran atau Pra Konvensi ini berlangsung hingga tengah tahun 2022, akan lebih banyak pendaftar yang terpanggil untuk maju berjuang bersama Partai Perindo,” imbuh Angela Tanoesoedibjo.
Konvensi Rakyat sendiri bakal terdiri dari 3 tahapan dalam penyelenggaraannya. Tahap I yang merupakan Pra Konvensi dimulai sejak November 2021 hingga Agustus 2022. Setelah itu masuk ke Tahap II yakni konvensi lewat e-voting yang bakal dimulai dari Agustus 2022 sampai April 2023.
Adapun, tahap akhir yang merupakan tahap rekapitulasi e-voting bakal digelar mulai dari Maret - April 2023.
BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com atau hubungi (021) 5068200 dan (WA) 081901002376
Ferry Kurnia Rizkiyansyah menyebut bahwa Komite Eksekutif melakukan pemantauan berkala terhadap pertumbuhan kandidat pendaftar dan akan segera menyelenggarakan expose rutin kepada publik tentang profil para kandidat pendaftar, juga kepada jajaran DPW dan DPD Partai Perindo. Hal itu dilakukan untuk terus menyosialisasikan Konvensi Rakyat dengan mengundang partisipasi para tokoh di daerah masing-masing.
“Para kandidat memiliki latar belakang yang beragam dan menunjukkan keseriusan untuk menempuh proses seleksi ke depannya. Perkembangan ini terus memicu semangat dan kerja dari Komite Eksekutif untuk melakukan sosialisasi masif ke seluruh Indonesia baik melalui media massa, maupun pertemuan terbatas dengan berbagai kelompok dan tokoh masyarakat, terutama generasi muda,” urai Ferry Kurnia Rizkiansyah.