'Kematangan' atau 'kedewasaan' Prabu Brawijaya V dalam menjalankan toleransi beragama tersebut, sebenarnya disadari atau tidak karena besarnya pengaruh dua orang tokoh penasihat spiritualnya sekaligus abdi dalemnya yaitu Sabda Palon dan Naya Genggong.
Setidaknya dua orang abdi dalem kinasih Sang Baginda Raja tersebut boleh dikatakan sebagai orang yang sangat berpengaruh, terutama dalam urusan keagamaan, di Kerajaan Majapahit.
(Angkasa Yudhistira)