Peristiwa 15 Februari : Deklarasi Pemerintahan Revolusioner RI hingga Jatuhnya Singapura ke Tangan Jepang

Tim Okezone, Jurnalis
Selasa 15 Februari 2022 05:31 WIB
Deklarator PRRI, Kolonel Ahmad Husen saat pidato di Padang (foto: James Burke/Time Life)
Share :

JAKARTA - Berbagai peristiwa telah terjadi pada 15 Februari. Sebut saja, pertempuran Singapura yang menyebabkan jatuhnya Singapura ke tangan Jepang pada Februari 1942. Selain itu, Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) juga dideklarasikan pada 15 Februari.

Berikut Okezone merangkum berbagai perstiwa yang terjadi pada 15 Februari, sebagaimana dikutip dari Wikipedia.org, Senin (15/2/2022):

1. 1958 - Deklarasi Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI)

PRRI merupakan salah satu gerakan pertentangan antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat (Jakarta) yang dideklarasikan pada tanggal 15 Februari 1958. Gerakan ini didahului oleh keluarnya ultimatum Piagam Perjuangan untuk Menyelamatkan Negara dari Dewan Perjuangan yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Ahmad Husein di Padang, Sumatera Barat, Indonesia.

Gerakan ini mendapat sambutan dari wilayah Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah. Pada 17 Februari 1958, kawasan tersebut menyatakan mendukung PRRI (gerakannya dikenal sebagai Permesta).

Konflik yang terjadi ini sangat dipengaruhi oleh tuntutan pemberlakuan otonomi daerah yang lebih luas. Ultimatum tersebut bukan tuntutan pembentukan negara baru maupun pemberontakan, tetapi lebih merupakan protes mengenai bagaimana konstitusi dijalankan.

ada masa bersamaan kondisi pemerintahan di Indonesia masih belum stabil pasca-agresi Belanda. Hal ini juga memengaruhi hubungan pemerintah pusat dengan daerah serta menimbulkan berbagai ketimpangan dalam pembangunan, terutama pada daerah-daerah di luar pulau Jawa.

Bibit-bibit konflik tersebut mulai terjadi sejak dikeluarkannya Perda No. 50 tahun 1950 tentang pembentukan wilayah otonom oleh provinsi Sumatra Tengah waktu itu yang mencakup wilayah provinsi Sumatra Barat, Riau yang kala itu masih mencakup wilayah Kepulauan Riau, dan Jambi sekarang.

Bagaimanapun, pertentangan ini dianggap sebagai sebuah pemberontakan oleh pemerintah pusat, yang menganggap ultimatum itu merupakan proklamasi pemerintahan tandingan, dan kemudian ditumpas dengan pengerahan kekuatan militer terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah militer Indonesia. Semua tokoh PRRI adalah para pejuang kemerdekaan, pendiri dan pembela NKRI. Sebagaimana ditegaskan Ahmad Husein dalam rapat Penguasa Militer di Istana Negara April 1957; Landasan perjuangan daerah tetap Republik Proklamasi dan berkewajiban untuk menyelamatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta.

2. Lahirnya Hamzah Haz - 1940

15 Februari 1940, merupakan hari kelahiran mantan Wakil Presiden Republik Indonesia kesembilan, Hamzah Haz. Pria yang lahir di Ketapang, Kalimantan Barat itu menjabat sebagai wakil presiden sejak tahun 2001, bersamaan dengan naiknya Megawati Soekarnoputri menjadi Presiden Republik Indonesia.

Dalam dunia politik, Hamzah Haz tercatat pernah menduduki jabatan dalam kursi pemerintahan. Diantaranya, menjadi Wakil Ketua DPW Nahdatul Ulama (NU) dan wakil rakyat bagi NU (1971), Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (1998), Wakil Ketua DPR-RI (1999-2004), dan sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesajahteraan Rakyat saat pemerintahan Abdurrahman Wahid.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya