"ini terjadi karena tingginya harga kedelai import di mana harga kedelai import ini mekanismenya mengikuti harga pasar," ujar Hardi saat dimintai keterangan MPI.
Surat keterangan tersebut, diklaim telah ditanda tangani oleh berbagai pihak, di antaranya : Primkompti DKI, PATTEN, SPTP, a-zaki, Primkopti Bekasi dan Primkompti Kab. Bogor.
Baca Juga: 7.631 Kendaraan Diputarbalikkan saat Ganjil-Genap di Bogor, Menurun Dibandingkan Pekan Lalu
(Arief Setyadi )