Langkah membagi kerajaan menjadi dua ini dilakukan Raja Airlangga karena terjadi perebutan tahta kerajaan sehingga ia terpaksa membelah kerajaan menjadi dua. Hasil perang tersebut, Kerajaan Panjalu (Kediri) diberikan kepada Sri Samarawijaya yang berpusat di Kota Daha.
Sedangkan Kerajaan Jenggala (Kahuripan) diberikan pada Mapanji Garasakan yang berpusat di Kahuripan. Dalam Prasasti Meaenga disebutkan bahwa Panjalu bisa dikuasai Jenggala dan nama Raja Mapanji Garasakan (1042-1052 M) diabadikan.
Tapi berikutnya Kerajaan Panjalu melakukan penyerangan kepada Kerajaan Jenggala, dan berhasil menaklukkan Airlangga. Dari sanalah awal mula Kerajaan Kediri mulai menancapkan kekuasaannya di Jawa Timur.
(Khafid Mardiyansyah)