Pemilu Habiskan Uang Negara Rp100 Triliun, Golkar Kaji Serius Perpanjangan Jabatan Presiden Jokowi

Tim Okezone, Jurnalis
Jum'at 25 Februari 2022 12:43 WIB
Ilustrasi Pemilu (Foto: Okezone)
Share :

Ekonomi Indonesia akan terganggu atau defisit semakin dalam jika tahun 2024 dilaksanakan Pemilu. Padahal, ekonomi Indonesia saat ini saja belum berjalan normal dan defisit anggaran masih tinggi.

Menurut anggota Komisi XI DPR ini, mulai tahun 2023 ini, defisit APBN tidak boleh lebih dari 3 persen.

Artinya, defisit anggaran negara kembali ke aturan UU keuangan negara, yaitu berada dibawah 3 persen.

Selama pandemi Covid-19, defisit anggaran dibolehkan berada di atas 3 persen. Pembiayaan negara juga banyak ditopang oleh utang. Tahun 2021, utang negara mencapai Rp1.100 triliun. Tahun 2022 ini sedikit berkurang, karena ekonomi sudah mulai membaik, yaitu Rp 600 triliun. Sementara itu, tahun 2023 sudah tidak boleh utang lagi.

“Kalau sudah tidak boleh utang lagi, maka pemerintah harus jeli mencari penerimaan negara. Artinya, penerimaan pajak harus meningkat, investasi harus meningkat, Produk Domestik Bruto (PDB) harus naik. Kita tahu selama Covid-19, pembiayaan negara lebih banyak ditopang oleh utang, karena penerimaan negara berkurang. Nanti kalau sudah ada hiruk-pikuk Pemilu 2024, bagaimana meningkatkan penerimaan negara. Pasti tersendat. Ini bahaya,” jelas Mekeng.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya