PVMBG Ungkap Penyebab Gempa 6,2 Magnitudo Pasaman Barat, Ini Analisanya

Agung Bakti Sarasa, Jurnalis
Sabtu 26 Februari 2022 14:46 WIB
Illustrasi (foto: dok Okezone)
Share :

Terkait penyebab gempa bumi, Eko menjelaskan bahwa berdasarkan kedudukan pusat gempa bumi dan kedalamannya serta liniasi struktur geologi, pusat gempa bumi ini diduga berasosiasi dengan Zona Patahan Sumatera di daerah Pasaman Barat dan dikenal sebagai Patahan Aktif Sumatera Segmen Lubuksikaping dengan panjang ± 65 km dan pergeseran rata-rata 14 mm/tahun dengan ciri terbanan, gawir patahan, segitiga faset, endapan kipasnya, teras, kekar, dan patahan.

"Patahan ini dijumpai pada batuan paleozoikum-kenozoikum dan batuan Gunungapi Talamau, Gunungapai Sarik (Pleistosen-Holosen)," sebut Eko.

Terkait dampak gempa bumi, Eko mengatakan bahwa berdasarkan hasil analisanya, gempa bumi ini dirasakan di Pos Pengamatan Gunung Api Talang dengan skala intensitas III MMI (Modified Mercalli Intensity) dan berdasarkan BMKG dirasakan V MMI di Pasaman; IV MMI di Agam, Bukit Tinggi, Padang Panjang; III MMI di Padang, Payakumbuh, Aek Godang, Gunungsitoli; dan II MMI di Pesisir Selatan, Rantau Parapat, Nias Selatan, Bangkinang, hingga Malaysia dan Singapura.

"Guncangan gempa juga terasa di Kab. Limapuluh Kota, Jambi. Menurut informasi yang dikumpulkan, kejadian gempa bumi ini telah mengakibatkan bencana berupa kerusakan bangunan dan gerakan tanah di Kabupaten Pasaman," katanya.

Mengingat kekuatan gempa bumi yang mencapai 6,2 magnitudo dan berkedalaman sangat dangkal, kata Eko, sangat memungkinkan terjadinya kerusakan pada rumah-rumah penduduk, terutama untuk rumah-rumah sederhana tidak tahan guncangan gempabumi.

"Selain itu kemungkinan tejadi bencana gempa bumi ikutan, seperti tanah longsor pada tebing tebing yang terjal, retakan tanah di daerah pedataran yang disusun oleh tanah yang lunak seperti aluvium dan endapan kuarter lainnya," imbuhnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya