Hatinya berdebar-debar seraya berharap semoga masalah kebobrokan atau kebejadan moral di lingkungan istana Majapahit tidak berakibat fatal, yaitu kehancuran Majapahit.
Seiring dengan bergulirnya sang waktu, lantas apa yang terjadi? Dikutip buku 'Brawijaya Moksa Detik-Detik Akhir Perjalanan Hidup Prabu Majapahit', usai pendidikan, ada perubahan sikap para nayaka praja serta para putra-putri kalangan bangsawan Majapahit yang mengarah pada tindakan yang positif.
Sayang, perubahan itu hanya berlangsung sebentar saja. Penyakit lama mereka pun kambuh lagi, bahkan lebih parah dari sebelumnya.
Melihat kenyataan itu, Sang Baginda Raja pun menjadi tambah pening karena pendidikan moral yang dilakukan oleh para pandhita, brahmana dan resi tidak menghasilkan apa-apa. Padahal Kerajaan Majapahit telah mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit dalam urusan itu.
(Susi Susanti)