1948 – Polisi Inggris Menembaki Pawai Tentara
Pada 28 Februari 1948 terjadi kerusuhan di Accra, yang kini merupakan Ibu Kota Ghana. Saat itu Accra merupakan kawasan koloni atau jajahan Inggris di Gold Coast. Pemicu kerusuhan di Accra disebabkan karena adanya seorang veteran tentara yang ditembak mati oleh kepolisian Inggris.
Awalnya terjadi pawai atau aksi unjuk rasa di Accra yang dimotori oleh para veteran tentara. Kemudian pawai itu dibubarkan oleh Kepolisian Inggris. Terdapat letusan tembakan dalam pembubaran tersebut. Sebanyak tiga orang dilaporkan tewas akibat aksi penembakan, salah satunya, Sersan Nii Adjetey.
Nama Sersan Nii Adjetey diabadikan di Accra. Tak hanya itu, insiden ini memicu dimulainya proses kemerdekaan bagi Gold Coast sebagai Ghana–Koloni Afrika pertama yang menginginkan pembebasan atau kemerdekaan.
1975 – Kecelakaan Kereta Bawah Tanah London
Kecelakaan kereta bawah tanah terjadi di Moorgate, London, Inggris, pada 28 Februari 1975 sekira pukul 8.46 waktu setempat. Sebanyak 43 penumpang kereta tewas dan 74 lainnya luka-luka akibat insiden tersebut.
Penyebab kecelakaan karena masinis kereta gagal mengerem atau berhenti di stasiun terakhir Moorgate. Kereta kemudian menabrak ujung dinding stasiun. Peristiwa itu menjadi salah satu kecelakaan kereta bawah tanah terburuk di London.
1986 – Perdana Menteri Swedia Tewas Ditembak
Perdana Menteri Swedia Sven Olof Joachim Palme tewas dibunuh pada 28 Februari 1986. Politikus Partai Sosial Demokratik itu menghembuskan napas terakhir usai ditembak menjelang tengah malam di Stockholm.
Sven Olof ditembak dalam sebuah penyergapan di jalanan pusat Kota Stockholm saat berjalan dengan istrinya Lisbeth Palme. Sven Olof dan Palme dilaporkan saat itu baru saja selesai menonton film di bioskop. Tiba-tiba ada letusan tembakan yang mengenai Sven Olof dan istrinya.
Olof terkena dua kali tembakan di perut. Sedangkan istrinya mengalami luka tembak di bagian punggung. Olof tewas saat dibawa ke rumah sakit. Sementara istrinya selamat. Hingga kini belum diketahui dengan pasti siapa pembunuh Olof sebenarnya.
Baca juga: Peristiwa 25 Februari: Ratusan Warga Sipil Tak Bersenjata Dibakar saat Perang Vietnam
1991 – Perang Teluk 1 Berakhir
Perang Teluk Persia 1 atau yang sering disebut Gulf War terjadi sejak 2 Agustus 1990 hingga berakhir pada 28 Februari 1991. Awal penyebab perang teluk tersebut yakni karena adanya invasi Irak atas Kuwait. Irak menginvasi Kuwait dengan cepat dan menjadikan Kuwait sebagai Provinsi Irak pada 28 Agustus 1990.
Peperangan kemudian dimulai antara Koalisi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan pihak Irak yang didukung oleh Uni Soviet dan Korea Utara. Perang ini berakhir dengan kemenangan pihak koalisi PBB dan sepakat membebaskan Kuwait.
Saat itu kekuatan koalisi PBB jauh lebih besar yakni 660.000 personel ketimbang pihak Irak yang hanya setengahnya atau sekira 360.000. Sebanyak 378 pasukan koalisi PBB gugur, sedangkan dari pihak Irak ada 25.000 pasukan yang tewas.
Baca juga: Sophie Scholl, Tokoh Mawar Putih Penentang Nazi yang Tetap Heroik Meski Dihukum Mati
1997 – Gempa Bumi di Iran Tewaskan 1.100 Orang
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang bagian utara Iran, tepatnya dekat Kota Ardabil, pada 28 Februari 1997 sekira pukul 12.57 waktu setempat. Gempa Ardabil 1997 itu dirasakan terjadi selama 15 detik.
Gempa itu menewaskan 1.100 orang dan melukai sekira 2.600. Puluhan ribu bangunan juga turut rusak parah akibat gempa tersebut. Tercatat 12.000 rumah rusak atau hancur dan 160.000 ternak tewas di daerah Ardabil.