Banyak Masyarakat yang Bicara Pancasila Seabatas Pidato

Inin Nastain, Jurnalis
Jum'at 04 Maret 2022 18:51 WIB
Rektor UMJ Ma'mun Murod (Foto : Tangkapan layar video webinar)
Share :

JAKARTA - Banyak masyarakat yang saat ini belum mengamalkan Pancasila. Kalau pun ada yang berbicara Pancasila, hanya sebatas pada pidato tanpa ada pengamalan secara ril.

Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Ma'mun Murod Al-Barbasy mengatakan, Islam memiliki nilai-nilai yang universal. Hal itu bisa dilihat dari Nabi Muhammad, yang dinilai memiliki nilai-nilai universal.

“Bagaimana konteks Isra Mi'raj, kembali kepada kita. Mau menghadirkan atau tidak. Misal filosofis salat. Baik dalam konteks sisi ritualitas salat atau nash di dalam al quran. Bagaimana kita mau menghadirkan itu. Muhammad itu kan, Rosul itu kan, manusia yang universal," kata Ma'mun saat menjadi pembicara pada Webinar Partai Perindo dengan tema Isra Mi'raj dan Pembangunan Karakter Bangsa, Jumat(4/3/2022).

"Nilai-nilainya juga universal, keadilan itu universal. Kita tidak boleh menyakiti orang lain itu, universal. Itu nilai-nilai universal, bagaimana kita mau menghadirkan,” imbuhnya.

Dari ajaran islam itu, jelas dia, bisa ditarik terhadap ajaran Pancasila. Dijelaskannya saat ini masih banyak kalangan yang belum benar-benar mengamalkan isi dari Pancasila tersebut.

“Saya tadi sering menyebut kata pancasila. Kalau Islam lebih spesifik karena terkait dengan umat islam. Tidak usah jauh-jauh, nilai-nilai yang ada di Pancasila, kita jalankan saja. Itu sudah luar biasa,” jelas dia.

“Problemnya kan, saya menilai dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, Pancasila itu selesai dilafalkan, selesai diucapkan. Pancasila selesai dipidatokan. Tapi ketika membuat produk perundang-undangan, ketika sikap mentalitas termasuk elit-elit politik kita nih dalam berpolitik, itu saya melihat terkadang, pancasila ya ya rancu,” lanjut dia.

Dia berharap, lewat momen peringatan Isra Mi'raj, setiap warga negara Indonesia bisa benar-benar menjalankan Pancasila. “Saya berharap Pancasila itu betul-betul dihadirkan. Bagaimana keadilan dihadirkan, bagaimana menjaga persatuan indonesia dihadirkan,” papar dia.

Dalam Pancasila, khususnya sila keempat, jelas dia, jika dilihat dari perspektif islam, terdapat kata Bahasa Arab yang memiliki makna luar biasa. Kerakyatan dan Hikmah, adalah contoh kata yang dinilai memiliki makna yang agung.

“Sila yang keempat, kalau perspektifnya islam, di situ ada tiga kata arab yang luar biasa. Kerakyatan, roiyah, yang dipimpin oleh hikmah. Kemudian dalam ‘permusyawaratan perwakilan’. Tiga prinsip dasar di dalam berdemokrasi atau di dalam konteks berpolitik itu, hadir juga. keadilan yang terakhir keadilan sosial. Social justice bagi seluruh rakyat indonesia,” papar dia.

“Jadi kalau kita lebih jauh narik islam, agak dipersempit melalui isra mi'raj , ditarik ke pancasila, hadirkan pancasila saja. Pancasila hadirkan dalam hal apapun, inysaallah indonesia itu yang sering disebut di dalam al qur'an baldatun thoyibatun warobun ghofur. Itu dipastikan akan tercapai,” lanjut Ma’mun.

(Angkasa Yudhistira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya