Oleh sebab itu, ketika Anastasiya terbangun akibat suara sirene di Kyiv pada 24 Februari, dia paham bagaimana reaksi orangtuanya.
"Ibu saya adalah orang pertama yang saya telepon ketika saya melompat dari ranjang pada pukul lima dan sempoyongan. Dia heran mengapa saya menelepon, suaranya terdengar tenang," katanya.
Anastasiya adalah seorang koresponden BBC Ukraina yang pindah ke Kyiv 10 tahun lalu. Saat mendengar ledakan-ledakan bom setelah terbangun dari tidurnya, dia menjadi sangat khawatir.
"Saya menelepon ibu saya lagi. Saya bilang kepadanya, saya takut. 'Jangan risau', kata dia meyakinkan. 'Mereka [Rusia] tidak akan pernah mengebom Kyiv'," papar sang ibu sebagaimana ditirukan Anastasiya.
Tapi mereka sedang melakukannya, jawab Anastasiya.
"Saya bilang kepadanya, para korban tewas termasuk warga sipil. 'Tapi itu yang juga kami alami saat Ukraina menyerang Donbas!', katanya sambil tertawa. Untuk sesaat, saya tidak bisa bernapas. Mendengar ibu saya mengatakan hal itu dengan keji telah membuat hati saya remuk."