Akan tetapi, kira-kira setelah tiga minggu Nyonya Rahmi Hatta tinggal di Sagan, pada suatu hari pukul 2 siang datang Saudara Wangsa Widjaja, Sekretaris Wakil Presiden, ke rumahnya dengan tergesa-gesa.
Setelah masuk ke rumah dan duduk dengan tidak banyak bicara, ia membuka tasnya dan mengeluarkan bungkusan sambil berkata: "Zus, inilah uang sumbangan dari Sri Sultan, banyaknya 500 gulden."
Nyonya Rahmi Hatta menerima dan membuka bungkusan itu setengah tidak percaya. Ternyata isinya uang perak Belanda mulai dari satu rupiah (perak) sampai seringgit (dua setengah rupiah Belanda). Dengan perasaan haru Nyonya Rahmi Hatta termenung sejenak dan berkata kepada Saudara Wangsa Widjaja.
"Sampaikanlah ucapan terima kasih saya kepada Sri Sultan," ucap Nyonya Rahmi Hatta.
Menurut keterangan Saudara Wangsa Widjaja, yang diberi uang oleh Sri Sultan itu bukan Nyonya Rahmi Hatta saja, tetapi juga Nyonya Fatmawati Sukarno, pegawai Kepresidenan dan Wakil Presiden dan juga pegawai-pegawai lainnya.
Saudara Wangsa Widjaja juga menceritakan bahwa hari itu pagi-pagi ia diminta datang ke Keraton Paku Alam. Sampai di sana ia diterima oleh Sekretaris Sri Sultan dan ialah yang menyampaikan uang dari Sri Sultan itu.
(Qur'anul Hidayat)