Presiden AS Joe Biden Hadiri KTT NATO 'Luar Biasa' Bahas Invasi Rusia ke Ukraina

Agregasi VOA, Jurnalis
Rabu 16 Maret 2022 21:06 WIB
Joe Biden dan Sekjen NATO Jens Stoltenberg. (Foto: AP via VOA)
Share :

Ada juga sanksi yang menarget “oligarki utama, pelobi dan figur propaganda yang mendorong narasi Kremlin tentang situasi di Ukraina, serta perusahan-perusahaan utama di sektor penerbangan, militer dan penggunaan ganda peralatan, pembuatan kapal dan mesin.”

Sebagian besar tanggapan internasional difokuskan untuk menghukum Rusia lewat sanksi-sanksi ekonomi. Jepang hari Selasa mengumumkan pembekuan aset baru terhadap 17 orang Rusia, termasuk 11 anggota parlemen Rusia, miliarder Viktor Vekselberg dan anggota keluarga bankir Yuri Kovalchuk.

Rusia Keluarkan Sanksi terhadap Pejabat AS

Rusia pada Selasa (15/3) mengumumkan melarang Presiden Joe Biden dan sejumlah pejabat senior untuk memasuki negara itu, langkah yang merupakan tanggapan terhadap sanksi-sanksi negara Barat.

Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki menanggapi hal itu dengan mengatakan “kami telah membuat pilihan perang Presiden Putin sebagai kegagalan strategis. Apa yang kami – bersama sekutu dan mitra – kenakan terhadap Rusia telah menimbulkan kerugian yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang membalikkan kemajuan ekonomi selama 30 tahun, sesuatu hal yang dipicu oleh Presiden Putin sendiri.”

Perundingan Virtual Berlanjut

Sementara tim perunding Rusia dan Ukraina pada Selasa (15/3) memulai kembali perundingan virtual lewat video, tidak secara langsung, di Belarus. Belum ada isyarat terobosan berarti.

Namun, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy lewat pesan video pada Selasa (15/3) mengisyaratkan kompromi, dengan mengatakan Kyiv siap menerima jaminan keamanan meskipun gagal bergabung dengan NATO. “Jika kita tidak dapat masuk melalui pintu terbuka, maka kita harus bekerjasama dengan pihak-pihak yang kita bisa, yang membantu kita, yang melindungi kita... dan memiliki jaminan terpisah,” ujarnya.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan terlalu dini untuk memprediksi apakah pembicaraan damai akan mengarah pada kemajuan. “Pekerjaan ini sulit dan dalam situasi saat ini, fakta bahwa (pembicaraan) berlanjut mungkin positif,” ujar Peskov.

Sementara itu Presiden Joe Biden pada Selasa (15/3) menandatangani UU anggaran yang mencakup paket bantuan bernilai 13,6 miliar dolar untuk bantuan darurat militer dan kemanusiaan bagi Ukraina. Penandatanganan ini berselang satu hari sebelum Presiden Volodymyr Zelenskyy berbicara di hadapan Kongres Amerika untuk kembali meminta bantuan internasional, termasuk penetapan zona larangan terbang di atas Ukraina, yang telah ditepis oleh pemerintahan Biden.

(Qur'anul Hidayat)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya