LONDON - Presiden Vladimir Putin pada Rabu (16/3/2022) menyampaikan peringatan keras kepada orang-orang yang dia anggap sebagai "pengkhianat" Rusia, mengatakan bahwa Barat menggunakan para pengkhianat tersebut untuk menghancurkan negara itu. Peringatan itu disampaikan di saat aksi militer Rusia yang berlangsung di Ukraina memasuki pekan ketiga.
BACA JUGA: Putin Berikan Amnesti kepada Dua Perempuan Pengkhianat Negara
Pemimpin Rusia itu menyerang orang-orang Rusia yang dia sebut “lebih cocok secara mental” dengan Barat dibandingkan Rusia. Putin mengatakan bahwa rakyat Rusia akan dapat dengan mudah membedakan antara pengkhianat dengan patriot.
"Tentu saja mereka (Barat) akan mencoba bertaruh pada apa yang disebut ‘kolom kelima’, pada pengkhianat - pada mereka yang mendapatkan uang mereka di sini, tetapi tinggal di sana. Hidup, bukan dalam arti geografis, tetapi dalam arti mereka pikiran, pemikiran budak mereka," kata Putin kepada para menteri pemerintah sebagaimana dilansir Reuters.
"Setiap orang, dan terutama orang Rusia, akan selalu dapat membedakan patriot sejati dari bajingan dan pengkhianat, dan hanya memuntahkannya seperti hama yang secara tidak sengaja terbang ke mulut mereka."
Nada bicara itu dinilai keras, bahkan untuk Putin, yang telah bertahun-tahun menindak oposisi domestiknya dan menyampaikan kecaman keras terhadap Barat.
BACA JUGA: Snowden Klaim AS Sengaja Menjebaknya di Rusia
Putin mengatakan Barat berusaha memecah belah Rusia dan memprovokasi konfrontasi sipil dengan bantuan "kolom kelima".
"Dan ada satu tujuan, penghancuran Rusia," katanya, seraya menambahkan bahwa Rusia akan menolak upaya semacam itu.
"Saya yakin bahwa pembersihan diri masyarakat yang alami dan perlu ini hanya akan memperkuat negara kita, solidaritas, kohesi, dan kesiapan kita untuk menghadapi tantangan apa pun."
Sejak invasi 24 Februari ke Ukraina, penindakan terhadap perbedaan pendapat di Rusia menjadi semakin keras.