Deretan Pemberontakan Pernah Terjadi di Rusia, Salah Satunya Chechnya!

Tim Litbang MPI, Jurnalis
Selasa 22 Maret 2022 06:01 WIB
Dampak invansi Rusia ke Ukraina akibatkan bangunan rusak (Foto: Reuters)
Share :

JAKARTA - Sejumlah pemberontakan pernah terjadi di Rusia. Pemberontakan tersebut disebabkan karena rakyat menginginkan revolusi, kebebasan, dan kemerdekaan, sehingga melakukan pembangkangan sipil hingga pecah pertempuran. Berikut ini adalah sejumlah pemberontakan yang pernah terjadi di Rusia.

• Pemberontakan Chechnya

Chechnya merupakan salah satu negara yang mendukung upaya invasi Rusia di Ukraina. Namun jauh sebelum itu, Chechnya dan Rusia pernah terlibat perang. Bermula dari runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1990-an, 100 etnis diberi hak untuk memiliki wilayah sendiri. Chechnya, yang saat itu termasuk dalam wilayah Rusia, memutuskan untuk mengumumkan kemerdekaan. Perang Chechnya Pertama terjadi dari tahun 1994 hingga 1996. Di akhir perang, Chechnya berhasil mendapatkan kemerdekaan secara de facto.

Rupanya, Rusia masih tak rela melepaskan Chechnya. Negara Beruang Merah itu kembali meluncurkan gencatan senjata ke wilayah Chechnya pada tahun 1999. Bahkan lebih parah, Rusia menduduki ibu kota Grozny dan melakukan penculikan kepada sejumlah pemuda Chenchen. Perang ini akhirnya tandas dengan tunduknya pemimpin pemberontakan Chenchen, Ahmad Kadyrov, yang kemudian menjalin kerja sama dengan Rusia. Relasi tersebut masih berlanjut hingga saat ini di bawah kepemimpinan sang putra, Ramzan Kadyrov.

Baca juga: Apa Itu Senjata Hipersonik, dan Siapa Saja yang Memilikinya?

• Pemberontakan Tambov

Pada era Soviet juga pernah terjadi pemberontakan di negara tersebut. Pemberontakan yang berlangsung antara tahun 1920 dan 1921 itu menjadi pemberontakan petani terbesar melawan rezim Bolshevik pada masa Perang Saudara Rusia. Tambov adalah sebuah kota di wilayah Rusia tengah. Pada masa itu, Tambov adalah kota yang subur dan kaya.

Baca juga: Kisah Kapten Andi Azis Diumumkan Pemberontak oleh Presiden Soekarno

Namun, kaum Bolshevik melarang perdagangan bebas yang kemudian membuat Tambov terperosok pada krisis dan kelaparan. Lebih dari 50.000 orang bersatu melawan Tentara Merah dan Tentara Putih serta menduduki sebagian besar wilayah Moskow. Sementara para tentara menggunakan gas beracun serta berbagai peralatan militer canggih untuk melawan pemberontak.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya