Gara-Gara Perda Penyimpangan Seksual, Bima Arya Batal Jadi Pembicara HAM

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis
Kamis 31 Maret 2022 04:02 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya. (Foto : Okezone/Putra Ramadhani Astyawan)
Share :

BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya batal menjadi pembicara dalam acara The Indonesia Civil Society Forum 2022 yang dinisiasi USAID dan MADANI pada 31 Maret 2022. Bahkan, Kota Bogor juga dikeluarkan dari keikutsertaannya dalam forum tersebut.

Hal itu setelah surat pemberitahuannya tersebar di Twitter oleh @kujang_maung. Dalam cuitannya, keputusan itu berkaitan dengan disahkannya Peraturan Daerah (Perda) Kota Bogor Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Perilaku Penyimpangan Seksual.

"18 februari lalu, @usaidindonesia, @fhi360 mengundang walikota bogor @BimaAryaS, menjadi panelis dengan topik 'konsolidasi demokrasi di indonesia' pada acara Indonesia Civil Society Forum dengan tema memajukan demokrasi inklusif di Indonesia," cuit akun Twitter @kujang_maung yang dikutip MNC Portal, Rabu (30/3/2022).

"Walikota bogor dipersilahkan mempresentasikan program dan usaha yang sudah dilakukan selama ini sebagai kota hak asasi manusia yang berkontribusi pada demokrasi yang inklusif. Tentu @usaidindonesia, @fhi360 telah mempelajari kota bogor dan usaha membangun kota yg inklusif," tulis akun itu lagi.

Namun, undangan tersebut dibatalkan sepihak tanpa ada konfirmasi. Pembatalan itu rupanya berkaitan dengan disahkannya Peraturan Daerah (Perda) Kota Bogor Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Perilaku Penyimpangan Seksual.

"Kemudian tanpa ada komunikasi, undangan tersebut dibatalkan sepihak oleh @usaidindonesia dan

@fhi360 dengan membawa perda penyimpangan seksual yang diinisasi oleh dprd. Kembali dengan penilaian sepihak tanpa komunikasi apapun," sambung cuitan tersebut.

Dikonfirmasi, Bima Arya mengakui surat yang beredar tersebut memang telah diterimanya dari USAID dan MADANI. Padahal, dirinya sudah menerima undangan tersebut dengan positif pada Februari 2022.

"Saya menerima undangan sudah dari bulan Februari. Saya respon segera secara positif dan kesediaan memenuhi undangan untuk menjadi pembicara pada forum tersebut. Kesempatan baik untuk berbagi tentang upaya yang tidak mudah dalam membangun kota yang inklusif dan toleran," kata Bima, dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (30/3/2022).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya