TGB: Keberagaman di Indonesia Berkat Rahmat Allah dan Ikhtiar Pendahulu

Inin Nastain, Jurnalis
Jum'at 08 April 2022 15:41 WIB
Ketua Dewan Nasional Konvensi Rakyat Partai Perindo, Tuan Guru Bajang (Foto: MPI)
Share :

JAKARTA - Kondusivitas keberagaman yang terjadi di Indonesia, setidaknya disebabkan oleh dua pemicu.

Hal itu seperti dipaparkan Ketua Dewan Nasional Konvensi Rakyat Partai Perindo DR. TGB. Muhammad Zainul Majdi saat Webinar Mingguan Partai Perindo dengan tema ‘Ramadan; Momentum Menguatkan Solidaritas Beragama,’ Jumat (8/4/2022).

TGB mencontohkan, kondusivitas itu tidak hanya dirasakan oleh salah satu golongan saja. Dia mencontohkan, saat bulan Ramadhan, umat Islam bisa dengan tenang melaksanakan ibadah puasa dan ibadah-ibadah lainnya.

“Bersyuur suasana keberagamaan kita sangat kondusif. Sehingga umat muslim pada bulan suci ramadhan dan juga pada kesempatan-kesempatan yang lain, bisa melaksanakan tuntunan-tuntunan beragama dengan bebas. Demikian juga non muslim,” kata TGB.

Kondisi tersebut, jelas dia, bukan sesuatu tanpa sebab. Setidaknya ada dua hal, sehingga terciptanya kondusivitas di tengah keberagaman di Tanah Air itu.

“Yang kita rasakan hari ini bukanlah sesuatu yang tiba-tiba ada. Ini sesuatu yang merupakan, pertama tentu karunia dari Allah, dan juga merupakan buah dari kerja kolektif dari seluruh anak bangsa di masa sebelum kita. Semua berkontribusi berusaha membangun masyarakat yang harmonis. Kita bersyukur indonesia sampai saat ini tetap utuh, tetap satu dan mudah-mudahan demikian seterusnya,” jelas dia.

“Ini bukan hadiah dari siapa-siapa, tapi ini adalah rahmat Allah dan hasil dari ikhtiar untuk membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang majemuk. Dengan pluralitas yang sangat otentik. Jadi pluralitas kita, keberagaman kita itu otentik, bukan buat-buat. Keberagaman otentik adalah keberagaman yang lahir dari kesadaran,” lanjut dia.

Lebih jauh TGB menjelaskan, keberagaman tak ubahnya sebagai tulang belakang bagi Indonesia. Dia berharap tulang belakang itu akan terus kuat, sehingga keberagaman yang terjadi di Indonesia tetap kondusif, seperti halnya pluralis otentik.

“Indoneisa itu seperti manusia ya. Manusia itu kan punya panca indera, maka yang menjadi backbone dari manusia yang namanya indonesia itu adalah keberagaman kita. Jadi kesadaran kita untuk hidup bersama, menghormati satu sama lain itu seperti tulang belakang ya. Kalau tulang belakang ini tetap tegak, maka indonesia juga akan tetap tegak dan bisa berjalan dan bahkan berlari cepat,” tegas dia.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya