"Sehingga memposisikan polisi sahabat remaja, jadi bukan sebagai penangkap, tapi pembina sebagai awalnya," terangnya.
Dia menambahkan, LPAI sejatinya telah banyak menyampaikan ide-ide penanganan anak atau remaja agar tak terlibat aksi yang menjurus ke kriminal pada berbagai pihak terkait. Bahkan, LPAI mempersiapkan sarana penyaluran potensi remaja secara virtual.
"Jadi secara virtual itu kami menyelenggarakan acara virtual. Jadi, ada sesuatu yang membuat asik, ada satu membuat kesibukan yang positif, aktifitas penyaluran dari ekpresi emosi negatif tadi ke arah positif sehingga setiap anak bisa merasa diakui dan merasa bangga pada dirinya," katanya.
(Khafid Mardiyansyah)