JAKARTA - Terminal Kampung Rambutan sebagai hulu utama keberangkatan bis antar kota antar provinsi di wilayah Jakarta Timur, belum alami kenaikan penumpang. Sejauh ini, situasi penumpang masih berjalan normal meski bulan Ramadan kali ini telah mendekati waktu lebaran 1433 Hijriah.
Demikian dikonfirmasi oleh Kepala Terminal Kampung Rambutan, Yulza Ramadhoni. Menurut Yulza, sampai tanggal 16 April saat ini, belum ada lonjakan penumpang di terminal yang diampunya secara signifikan.
"Untuk lonjakan penumpang sampai dengan hari ini di tanggal 16 April belum ada lonjakan yang sangat signifikan," kata Yulza kepada wartawan, Sabtu (16/4/2022).
Yulza memperkirakan meningkatnya keberangkatan penumpang mudik akan terjadi pada pekan terakhir bulan Ramadan. Dia memastikan pada H-7 sebelum Hari Raya Idulfitri 1433 Hijriah yang diperkirakan terjadi pada 2 hingga 3 Mei 2022.
"Kemungkinan nanti pada saat minggu terakhir di bulan Ramadan mulai terjadi lonjakan peningkatan penumpang yang akan pulang ke kampung halaman masing-masing," tutur Yulza memprediksi berdasarkan kebiasaan.
Yulza melaporkan, mayoritas penumpang yang pulang menaiki bus dari Terminal Kampung Rambutan dalam tujuan keberangkatan ke wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sumatra.
"Penumpang rata-rata didominasi ke jarak jauh ke Jawa Timur, Jawa Tengah maupun Sumatra," terang Yulza menegaskan.
Terlebih, Yulza menuturkan sejak awal Ramadan 1443 Hijriah hingga hari ini, rata-rata jumlah penumpang menyentuh angka 300 orang tiap harinya yang berangkat dari Terminal Kampung Rambutan untuk kembali ke kampung halaman.
"Pada tanggal 14 April kemarin saja, yang berangkat hanya 364 penumpang," ujarnya.
Sebelumnya, kemarin pada hari ketujuh bulan Ramadhan 1443 Hijriah belum ditemukan kenaikan harga tiket bus antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur. Kondisi ini diperkirakan belum menemui titik puncak arus mudik mendekati Hari Idul Fitri.
Kepala Terminal Pulogebang, Bernard Pasaribu mengungkapkan kenaikan harga tiket baru diizinkan kepada para perusahaan otobus (PO) saat pemerintah mulai mengumumkan waktu mudik Idul Fitri.
"Untuk saat ini belum ada kenaikan harga tiket. Nanti saat pengumuman mudik Lebaran sudah disampaikan oleh pemerintah, baru diperkenankan untuk menaikkan tiket," ujar Bernard kepada wartawan, Sabtu (9/4/2022).
(Khafid Mardiyansyah)