Namun dia memperingatkan bahwa menggunakan cadangan bank sentral Rusia yang disita di AS untuk membangun kembali Ukraina akan menjadi "langkah signifikan" yang memerlukan diskusi dan kesepakatan dengan mitra internasional.
"Itu salah satu yang Anda perlu hati-hati memikirkan konsekuensinya," ungkapnya.
"Aku tidak ingin melakukannya dengan enteng,” ujarnya.
Perdana Menteri (PM) Ukraina Denys Shmyhal, yang menghadiri konferensi secara langsung, mengatakan Produk Domestik Bruto (PDB) Ukraina bisa turun 30 persen menjadi 50 persen, dengan kerugian langsung dan tidak langsung sebesar USD560 miliar (8.046 triliun) sejauh ini. Menurut data Bank Dunia, jumlah itu lebih dari tiga kali ukuran ekonomi Ukraina sebesar USD155,5 miliar (Rp2.235 triliun) pada 2020.
"Jika kita tidak menghentikan perang ini bersama-sama, kerugian akan meningkat secara dramatis," terangnya.
Dia menambahkan bahwa Ukraina akan membutuhkan rencana pembangunan kembali yang serupa dengan Rencana Marshall pasca-Perang Dunia II yang membantu membangun kembali Eropa yang dilanda perang.
(Susi Susanti)