Raden Patah dan para Wali Sanga pun berembug untuk mencari solusinya. Memang, setelah diteliti secara cermat, arah kiblat masjid tersebut keliru. Sebaga mufii pun tak dapat membantah kenyataan itu. Mau tidak mau, maka harus ada keberanian untuk mengubah arah kiblat masjid.
Dan, siapa lagi yang 'ketiban sampur' atau yang berarti tiba-tiba mendapat tugas untuk menyelesaikan pekerjaan yang tidak diduga dan tidak dibuat sebelumnya, jika bukan Sunan Kalijaga?
Sunan Kalijaga kemudian memimpin para santri dan kaum muslimin semuanya untuk membetulkan arah kiblat masjid sehingga menjadi benar.
Dalam hal ini, jika tanpa keberanian Sunan Kalijaga niscaya shalatnya kaum muslimin di daerah Demak dan sekitarnya yang shalat di Masjid Agung itu akan melenceng ke arah Yaman, bukan ke arah Ka'bah di Makkah al-Mukaromah.
Usai pembetulan arah kiblat masjid, Raden Patah beserta para Wali Sanga merasa bersyukur karena Allah SWT telah memberikan petunjuk melalui Sunan Kalijaga hingga arah kiblat masjid menjadi benar.
Dengan demikian, keesokan harinya kaum muslimin di daerah Demak dan sekitarnya dapat menunaikan ibadah shalat Jumat secara berjamaah di Masjid Agung Demak Bintoro.
(Awaludin)