JAKARTA - Kilas humor-humor Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur tak lekang di makan zaman karena sarat konteks. Bahkan masyarakat bisa belajar banyak dari humor-humornya. Misal ketika di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terjadi konflik. Konflik ini seakan tak menemui titik ujung sehingga tidak sedikit menguras elemen-elemen yang ada di dalamnya.
Diceritakan oleh Maman Imanulhaq dalam bukunya Fatwa dan Canda Gus Dur (2010), cucu KH Hasyim Asy’ari tersebut tetap memperlihatkan optimisme tinggi kepada para kadernya. Mereka menyadari bahwa setiap konflik menyimpan banyak pendewasaan terhadap diri seseorang. Demikian dilansir dari NU Online.
Baca juga: Humor Gus Dur: Mahasiswa Disuruh Buat Soal dan Nilai Sendiri Ujiannya, Kok Bisa?
Gus Dur memandang seluruh masalah dengan optimisme. Menurutnya, masalah itu dibagi menjadi tiga; ada yang bisa diselesaikan dengan cepat, ada yang bisa diselesaikan tetapi lambat, dan ada yang tidak bisa diselesaikan. Sebab itu, serahkan semuanya kepada Allah, tawakaltu ‘alallah.
Baca juga: Humor Gus Dur: Ketika Penghuni Surga dan Neraka Mau Bikin Jembatan, Apa Terealisasi?